MENGENAL JENIS DAN BENTUK PROFIL PENAMPANG BAJA

Fungsi struktur merupakan faktor utama dalam penentuan konfigurasi struktur. Berdasarkan konfigurasi struktur dan beban rencana, setiap elemen atau komponen dipilih untuk menyangga dan menyalurkan beban pada keseluruhan struktur dengan baik. Batang baja dipilih sesuai standar yang ditentukan oleh American Institute of Steel Construction (AISC) juga diberikan oleh American Society of Testing and Materials (ASTM). Pengelasan memungkinkan penggabungan plat dan/atau profil lain untuk mendapatkan suatu profil yang dibutuhkan oleh perencana atau arsitek.  

Berikut Tipe Penampang Profil Baja Canal Panas.
Tipe Penampang Profil Baja Canal Panas.

PROFIL SAYAP LEBAR (wide-flange) [Gambar 6.4(a)] yang dibentuk dengan penggilingan panas dalam pabrik baja. Ukuran profil sayap lebar ditunjukkan oleh tinggi nominal dan berat per kaki (ft), seperti W18 X 97 mempunyai tinggi 18 in (menurut AISC Manual tinggi sesungguhnya = 18,59 in) dan berat 97 pon per kaki. (Dalam satuan SI, penampang W18 X 97  disebut sebagai W460 x 142 yang tingginya 460 mm dan massanya 142 kg/m).

Balok Standar Amerika [Gambar 6.4(b)] yang biasanya disebut BALOK I MEMILIKI SAYAP (flange) yang pendek dan meruncing, serta badan yang tebal dibanding dengan profil sayap lebar. Balok I jarang dipakai dewasa ini karena bahan yang berlebihan pada badannya dan kekakuan lateralnya relatif kecil (akibat sayap yang pendek). 

KANAL [Gambar 6.4(c)] dan siku [Gambar 6.4(d)] sering dipakai baik secara tersendiri atau digabungkan dengan penampang lain. Kanal misalnya ditunjukkan dengan C12 X 20,7, yang berarti tingginya 1.2 in dan beratnya 20,7 pon per kaki. Siku diidentifikasi oleh panjang kaki (yang panjang ditulis lebih dahulu) dan tebalnya, seperti, L6 X 4 X 3

PROFIL T STRUKTURAL [Gambar 6.4(e)] dibuat dengan membelah dua profil sayap lebar atau balok I dan biasanya digunakan sebagai batang pada rangka batang (truss). Profil T misaInya diidentifikasi sebagai WT5 X 44, dengan 5 adalah tinggi nominal dan 44 adalah berat per kaki; profil T ini didapat dari W10 X 88,

PENAMPANG PIPA [Gambar 6.4(f)] dibedakan atas "standar", "sangat kuat", dan "dua kali sangat kuat" sesuai dengan tebalnya dan juga dibedakan atas diameternya; misalnya, diameter 10 in-dua kali sangat   kuat menunjukkan. ukuran pipa tertentu.  

BOKS STRUKTURAL [Gambar 6.4(g)] dipakai bila dibutuhkan penampilan arsitektur yang menarik dengan baja ekspos. Boks ditunjukkan dengan dimensi luar dan tebalnya, seperti boks struktural 8 X 6 X 1/4.

Banyak profil lainnya dibentuk dalam keadaan dingin (cold-formed) dari bahan plat dengan tebal tidak lebih dari 1 in, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 6.5 dan Gambar 6.6. Beberapa keuntungan baja profil dingin antara lain:
- Lebih ringan
- Kekuatan dan kakuan yang tinggi
- Kemudahan pabrikasi dan produksi masal
- Kecepatan dan kemudahan pendirian
- Lebih ekonomis dalam pengangkutan dan pengelolaan
Baja profil keadaan  dingin dapat diklasifikasikan menjadi: 
- elemen struktur rangka individu (Gambar 6.5)
- lembaran-lembaran panel dan dek (Gambar 6.6)
Tipe Penampang Profil Baja Canal Dingin

Tipe Penampang Profil Baja Canal Dingin


JENIS-JENIS BAJA STRUKTURAL (TAHAP 2)

JENIS-JENIS BAJA STRUKTURAL (TAHAP 2)

Bentuk elemen baja sangat dipengaruhi oleh proses yang digunakan untuk membentuk baja tersebut. Sebagian besar baja dibentuk oleh proses hot-rolling (penggilingan dengan pemanasan) atau cold-forming (pembentukan dengan pendinginan). Penggilingan dengan pemanasan (hot-rolling) adalah proses pembentukan utama di mana bongkahan baja yang merah menyala secara besar-besaran digelindingkan di antara beberapa kelompok penggiling. Penampang melintang dari bongkahan yang ash biasanya dicetak dari baja yang baru dibuat dan biasanya berukuran sekitar 0,5 m x 0,5 m persegi, yang akibat proses penggilingan ukuran penampang melintang dikurangi menjadi lebih kecil dan menjadi bentuk yang tepat dan khusus.   

Batasan bentuk penampang melintang yang dihasilkan sangat besar dan masing-masing bentuk memerlukan penggilingan akhir tersendiri. Bentuk penampang melintang I dan H biasanya digunakan untuk elemen-elemen besar yang membentuk balok dan kolom pada rangka struktur.
BENTUK BAJA PROFIL CANAI PANAS

Bentuk kanal dan siku cocok untuk elemen-elemen kecil seperti lapisan tumpuan sekunder dan sub-elemen pada rangka segitiga. Bentuk penampang persegi, bulat, dan persegi empat yang berlubang dihasilkan dalam batasan ukuran yang luas dan digunakan seperti halnya pelat datar dan batang solid dengan berbagai ketebalan. Perincian ukuran dan geometri yang dimiliki seluruh penampang standar didaftarkan dalam tabel penampang yang dibuat oleh pabrik baja.

Pembentukan dengan pendinginan (cold-forming) adalah metode lain yang digunakan untuk membuat komponen-komponen baja  dalam jumlah yang besar. Dalam proses ini, lembaran baja tipis datar yang telah dihasilkan dari proses peng-gilingan dengan pemanasan dilipat atau dibengkokkan Dalam keadaan dingin untuk membentuk penampang melintang struktur (Lihat Gambar). Elemen-elemen yang  dihasilkan dari proses ini mempunyai karakteristik yang serupa dengan penampang yang dihasilkan dari proses penggilingan dengan pemanasan.
BENTUK BAJA PROFIL COLD-FORMING

Sisi paralel elemen-elemen tersebut memiliki penampang yang tetap, tetapi ketebalan logam tersebut berkurang sehingga elemen-elemen tersebut lebih ringan, dan tentunya memiliki kapasitas muat beban yang lebih rendah. Bagaimanapun, proses-proses tersebut memungkinkan pembuatan bentuk penampang yang sulit. Satu hal lain yang membedakan proses-proses tersebut adalah bahwa peralatan yang digunakan untuk proses pencetakan dengan pendinginan lebih sederhana dan dapat digunakan untuk menghasilkan penampang melintang yang bentuknya disesuaikan untuk penggunaan yang khusus. Karena penampang yang dibentuk dengan pendinginan memiliki kapasitas muat yang rendah, maka penampang ini terutama digunakan untuk elemen sekunder pada struktur atap, seperti purlin, dan untuk sistem lapisan tumpuan. Potensi elemen-elemen tersebut untuk perkembangan di masa yang akan datang sangat besar.

Komponen struktur baja dapat juga dihasilkan dengan pencetakan, yang dalam kasus yang sangat kompleks memungkinkan pembuatan bentuk  penampang yang sesuai dengan kebutuhan. Akan tetapi, teknik ini bermasalah ketika digunakan untuk komponen struktur, yang disebabkan oleh kesulitan untuk menjamin mutu cetakan yang baik dan sama di keseluruhan bagian.  Fungsi struktur merupakan faktor utama dalam penentuan konfigurasi struktur. Berdasarkan konfigurasi struktur dan beban rencana, setiap elemen atau komponen dipilih untuk menyangga dan menyalurkan beban pada keseluruhan struktur dengan baik. Batang baja dipilih sesuai standar yang ditentukan oleh American Institute of Steel Construction (AISC) juga diberikan oleh American Society of Testing and Materials (ASTM). Pengelasan memungkinkan penggabungan plat dan/atau profil lain untuk mendapatkan suatu profil yang dibutuhkan oleh perencana atau arsitek.  

Jika ingin mengcopy Artikel ini Silahkan Sertakan Link yang terdapat pada halaman ini. Terima kasih telah berkunjung.

TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN DENGAN KONSTRUKSI BAJA (TAHAP 1)

Mengenal Sifat Baja Pada konstruksi
TEKNIK STRUKTUR  BANGUNAN  DENGAN KONSTRUKSI BAJA

Sifat-sifat Baja Sebagai Meterial Struktur Bangunan
Penggunaan baja sebagai bahan struktur utama dimulai pada akhir abad kesembilan belas ketika metode pengolahan baja yang murah dikembangkan dengan skala yang luas. Baja merupakan bahan yang mempunyai sifat struktur yang baik. Baja mempunyai kekuatan yang tinggi dan sama kuat pada kekuatan tarik maupun tekan dan oleh karena itu baja adalah elemen struktur yang memiliki batasan sempurna yang akan menahan beban jenis tarik aksial, tekan aksial, dan lentur dengan fasilitas yang hampir sama. Berat jenis baja tinggi, tetapi perbandingan antara kekuatan terhadap beratnya juga tinggi sehingga komponen baja tersebut tidak terlalu berat jika dihubungkan dengan kapasitas muat bebannya, selama bentuk-bentuk struktur yang digunakan menjamin bahwa bahan tersebut dipergunakan secara efisien.

Keuntungan Baja sebagai Material Struktur Bangunan
Di samping kekuatannya yang besar untuk menahan kekuatan tarik dan tekan tanpa  membutuhkan banyak volume, baja juga mempunyai sifatsifat lain yang menguntungkan sehingga menjadikannya sebagai salah satu bahan bangunan yang
sangat umum dipakai dewasa ini. Beberapa keuntungan baja sebagai material struktur
antara lain:
-    Kekuatan Tinggi
Dewasa ini baja bisa diproduksi dengan berbagai kekuatan yang bisa dinyatakan dengan kekuatan tegangan tekan lelehnya (Fy) atau oleh tegangan tarik batas (Fu). Bahan baja walaupun dari jenis yang paling rendah kekuatannya, tetap mempunyai perbandingan kekuatan per-volume lebih tinggi bila dibandingkan dengan bahan-bahan bangunan lainnya yang umum dipakai. Hal ini memungkinkan perencanaan sebuah konstruksi baja bisa mempunyai beban mati yang lebih kecil untuk bentang yang lebih panjang, sehingga. memberikan kelebihan ruang dan volume yang dapat dimanfaatkan akibat langsingnya profil-profil yang dipakai.

-    Kemudahan Pemasangan
Semua bagian-bagian dari konstruksi baja bisa dipersiapkan di bengkel, sehingga satu-satunya kegiatan yang dilakukan di lapangan ialah kegiatan pemasangan bagian-bagian konstruksi yang telah dipersiapkan. Sebagian besar dari komponen-komponen konstruksi mempunyai bentuk standar yang siap digunakan bisa diperoleh di toko-toko besi, sehingga waktu yang diperlukan untuk membuat bagian-bagian konstruksi baja yang telah ada, juga bisa dilakukan dengan mudah karena komponen-komponen baja biasanya mempunyai bentuk standar dan sifat-sifat yang tertentu, serta mudah diperoleh di mana-mana.

-    Keseragaman
Sifat-sifat baja baik sebagai bahan bangunan maupun dalam bentuk struktur dapat terkendali dengan baik sekali, sehingga para ahli dapat mengharapkan elemen-elemen dari konstruksi baja ini akan berperilaku sesuai dengan yang diperkirakan dalam perencanaan. Dengan demikian bisa dihindari terdapatnya proses pemborosan yang biasanya terjadi dalam perencanaan akibat adanya berbagai ketidakpastian.

-    Daktilitas
Sifat dari baja yang dapat mengalami deformasi yang besar di bawah pengaruh tegangan tarik yang tinggi tanpa hancur atau putus disebut sifat daktilitas. Adanya sifat ini membuat struktur baja mampu mencegah terjadinya proses robohnya bangunan secara tiba-tiba. Sifat ini sangat menguntungkan ditinjau dari aspek keamanan penghuni bangunan bila terjadi suatu goncangan yang tiba-tiba seperti misalnya pada peristiwa gempa bumi. Di samping itu keuntungan-keuntungan lain dari struktur baja, antara lain adalah:
- Proses pemasangan di lapangan berlangsung dengan cepat.
- Dapat di las.
- Komponen-komponen strukturnya bisa digunakan lagi untuk keperluan lainnya.
- Komponen-komponen yang sudah tidak dapat digunakan lagi masih mempunyai nilai sebagai besi tua.
- Struktur yang dihasilkan bersifat permanen dengan cara pemeliharaan yang tidak terlalu sukar.

Selain keuntungan-keuntungan tersebut bahan baja juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut :

-  Komponen-komponen struktur yang dibuat dari bahan baja perlu diusahakan supaya tahan api sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk bahaya kebakaran.
-    Diperlukannya suatu biaya pemeliharaan untuk mencegah baja dari bahaya karat.
-   Akibat kemampuannya menahan tekukan pada batang-batang yang langsing,  walaupun dapat menahan gaya-gaya aksial, tetapi tidak bisa mencegah terjadinya pergeseran horisontal.

Sifat Mekanis Baja 
Menurut SNI 03–1729–2002  tentang TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG Sifat mekanis baja struktural yang digunakan dalam perencanaan harus memenuhi persyaratan minimum yang diberikan pada Tabel berikut
-   Tegangan leleh Tegangan leleh untuk perencanaan (f y) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan Tabel berikut.
-  Tegangan putus Tegangan putus untuk perencanaan (fu) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan Tabel berikut.


Sifat-sifat mekanis lainnya, Sifat-sifat mekanis lainnya baja struktural untuk
maksud perencanaan ditetapkan sebagai berikut: 
Modulus elastisitas :   E = 200.000 MPa
Modulus geser :   G = 80.000 MPa
Nisbah poisson :   μ = 0,3
Koefisien pemuaian :   á = 12 x 10 -6 / o C

Jika ingin mengcopy Artikel ini Silahkan Sertakan Link yang terdapat pada halaman ini. Terima kasih telah berkunjung.

MENGENAL STRUKTUR PELAT

MENGENAL STRUKTUR PELAT


1.  Definisi
Pelat  adalah  elemen  horizontal  struktur  yang  mendukung  beban  mati maupun  beban  hidup  dan  menyalurkannya  ke  rangka  vertikal  dari sistem struktur 
2.  Tinjauan Umum Pelat
Pelat  merupakan  struktur  bidang  (permukaan)  yang  lurus,  (datar  atau melengkung) yang tebalnya jauh lebih kecil dibanding dengan dimensi yang lain.  Segi statika, kondisi tepi (boundary condition) pelat dibagi menjadi :
-  Tumpuan bebas  ( free )  
-  Bertumpu sederhana ( simply supported ) 
-  Jepit  
Pemakaian Pelat
-  Struktur arsitektur 
-  Jembatan  
-  Perkerasan jalan  
-  Struktur hidrolik  
-  Dll
Berdasarkan  aksi  strukturalnya,  pelat  dibedakan  menjadi  empat (Szilard, 1974)
1.  Pelat  kaku :  merupakan pelat tipis  yang  memilikki ketegaran lentur (flexural  rigidity),  dan  memikul  beban  dengan  aksi  dua  dimensi, terutama  dengan  momen  dalam  (  lentur  dan  puntir)  dan  gaya  geser transversal, yang umumnya sama dengan balok Pelat yang dimaksud dalam bidang teknik adalah pelat kaku, kecuali jika dinyatakan lain.
2.       Membran  :  merupakan  pelat  tipis  tanpa  ketegaran  lentur  dan memikul  beban  lateral  dengan  gaya  geser  aksial  dan  gaya  geser terpusat.  Aksi  pemikul  beban  ini  dapat  didekati  dengan  jaringan kabel  yang  tegang  karena  ketebalannya  yang  sangat  tipis  membuat daya tahan momennya dapat diabaikan.
3.  Pelat  flexibel  :  merupakan  gabungan  pelat  kaku  dan  membran  dan memikul  beban  luar  dengan  gabungan  aksi  momen  dalam,  gaya geser transversal dan gaya geser terpusat, serta gaya aksial Struktur  ini  sering  dipakai  dalam  industri  ruang  angkasa  karena perbandingan berat dengan bebannya menguntungkan
4.  Pelat  tebal  :  merupakan  pelat  yang  kondisi  tegangan  dalamnya menyerupai kondisi kontinu tiga dimensi

3.  Sistem Pelat Satu Arah
Pada bangunan bangunan beton bertulang, suatu jenis lantai yang umum dan  dasar  adalah  tipe  konstruksi  pelat  balok-balok  induk  (gelagar). Dimana  permukaan  pelat  itu  dibatasi  oleh  dua  balok  yang  bersebelahan pada sisi dan dua gelagar pada kedua ujung. Pelat satu arah adalah pelat yang  panjangnya  dua  kali  atau  lebih  besar  dari  pada  lebarnya,  maka hampir  semua  beban  lantai    menuju  ke  balok-balok  dan  sebagian  kecil saja yang akan menyakur secara langsung ke gelagar.
Kondisi  pelat  ini  dapat  direncanakan  sebagai  pelat  satu  arah  dengan tulangan  utama  sejajar  dengan  gelagar  atau  sisi  pendek  dan  tulangan susut atau suhu sejajar dengan balok-balok atau sisi panjangnya. Permukaan  yang  melendut  dari  sistem  pelat  satu  arah  mempunyai kelengkungan tunggal. Sistem pelat satu arah dapat terjadi pada pelat tunggal maupun menerus, asal perbandingan panjang bentang kedua sisi memenuhi.

4.  Sistem Pelat Dua Arah
Sistem pelat dua arah dapat terjadi pada pelat tunggal maupun  menerus, asal  perbandingan  panjang  bentang  kedua  sisi  memenuhi.  Persyaratan jenis  pelat  lantai  dua  arah  jika  perbandingan  dari  bentang  panjang terhadap bentang pendek kurang dari dua Beban  pelat  lantai  pada  jenis  ini  disalurkan  ke  empat  sisi  pelat  atau  ke empat balok pendukung, akibatnya tulangan utama pelat diperlukan pada kedua  arah  sisi  pelat.  Permukaan  lendutan  pelat  mempunyai kelengkungan ganda.

5.  Metode Analisa Struktur Pelat
a.  Metode klasik 
Metode  ini  sebagian  besar  ditentukan  pada  teori  elastis,  di  mana pemakaian  analisis  tingkat  tinggi  banyak  dijumpai.  Metode  ini didasarkan  pada  fenomena  fisis  pelat,  yaitu  lenturan  pelat.  Lenturan dibuat  model  matematis  dengan  menggunakan  penyederhanaan- penyederhanaan
b. Metode Pendekatan dan numerik, antara lain :
1.   Metode garis luluh 
Dalam metode ini kekuatan suatu pelat dimisalkan ditentukan oleh lentur  saja.  Pengaruh-pengaruh  lain  seperti  lendutan  dan  geser  harus ditinjau tersendiri.
2.  Metode jaringan balok
Metode ini didasarkan pada metode kekakuan ( mengubah struktur kinematis  tak  tentu  menjadi  struktur  kinematis  tertentu).  Analisis struktur  pelat  didekati  dengan  pendekatan  jaringan  balok  silang, struktur  pelat  dianggap  tersusun  dari  jalur-jalur  balok  tipis  dalam masing-masng arah dengan tinggi balok sama dengan pelat.
3.  Metode pendekatan PBI 71
Didasarkan  pada  pendekatan  momen  dengan  menggunakan koefisien-koefisien  yang  disederhanakan.  Momen-momen  yang dihasilkan  didapat  dari  rumus  momen  yang  sudah  ada.  Besarnya momen ini dipengaruhi oleh besarnya beban terbagi rata per meter panjang,  panjang  bentang arah x  dan  arah y  dari  panel pelat.  Dari hitungan  momen  didapatkan  Mlx  (  momen  lapangan  pada  arah  x), Mtx  (  momen  tumpuan/tepi  pada  arah  x),  Mly  (  momen  lapangan pada arah y), Mty ( momen tumpuan/tepi pada arah y). Perhitungan  momen-momen  tersebut  harus  sesuai  dengan perletakan masing-masing sisi struktur pelat yang direncanakan.
4.  Metode pendekatan SNI-2847-2002  
-   Metode perencanaan langsung ( Direct Design Method )
Pada  metode  ini  yang  didapatkan  adalah  pendekatan  momen dengan menggunakan koefisien-koefisien yang disederhanakan.
-  Metode portal ekivalen ( Eqivalen Frame Method ) Metode  ini  digunakan  untuk  memperoleh  variasi  longitudinal dari  momen  dan  geser,  maka  kekakuan  relative  dari  kolom- kolom,  berikut  sistem  lantai  dimisalkan  di  dalam  analisis pendahuluan  dan  kemudian  diperiksa  seperti  halnya  dengan perencanaan dari struktur statis tak tentu lainnya.


BEBAN PADA PELAT




BERBAGAI KONDISI TUMPUAN PELAT 

PELAT PERSEGI PANJANG YANG DITUMPU SEDERHANA
Contoh :
1.       PELAT PERSEGI PANJANG YANG DITUMPU SECARA SEDERHANA SERTA  MENGALAMI  BEBAN SINUSOIDAL
2.       PELAT PERSEGI PANJANG YANG DITUMPU SECARA SEDERHANA SERTA  MENGALAMI  BEBAN MERATA
3.       PELAT PERSEGI PANJANG YANG DITUMPU SECARA SEDERHANA SERTA  MENGALAMI  BEBAN/ TEKANAN HIDROSTATIK
4.       PELAT PERSEGI PANJANG YANG DITUMPU SECARA SEDERHANA SERTA  MENGALAMI  BEBAN BERBENTUK PRISMA SEGITIGA
5.       PELAT PERSEGI PANJANG YANG DITUMPU SECARA SEDERHANA SERTA  MENGALAMI  BEBAN SEBAGIAN
6.       PELAT PERSEGI PANJANG YANG DITUMPU SECARA SEDERHANA SERTA  MENGALAMI  BEBAN TERPUSAT

PELAT PERSEGI PANJANG DENGAN BERBAGAI KONDISI TEPI

1.       Lenturan  pelat  persegi  panjang  akibat  momen  yang  terbagi  sepanjang tepi-tepinya.
2.       Pelat-pelat  persegi  panjang  dengan  dua  tepi    yang  berhadapan  ditumpu secara sederhana dan dua sisi lainnya dijepit.
3.       Pelat-pelat  persegi  panjang  di  mana  ketiga  tepinya  ditumpu  secara sederhana dan satu tepinya dijepit.
4.       Pelat-pelat persegi panjang yang semua tepinya dijepit.
5.       Pelat  persegi  panjang  dengan  sebuah  tepi  atau  dua  buah  tepi  yang berdekatan ditumpu secara sederhana dan tepi lainnya dijepit.
6.       Pelat persegi panjang dengan dua tepi  yang berhadapan ditumpu secara sederhana,  tepi  ketiga  bebas,  dan  tepi  keempat  terjepit  atau  ditumpu secara sederhana.
7.       Pelat persegi panjang dengan tiga buah tepinya terjepit dan tepi keempat bebas. Misalnya  untuk  tangki  empat  persegi  panjang  atau  dinding  penahan tanah.
8.       Pelat persegi panjang dengan dua tepi  yang berhadapan ditumpu secara sederhana, dan dua tepi lainya bebas atau ditumpu secara elastis.

MENGENAL KONSTRUKSI ATAP BAJA RINGAN


     Baja adalah logam paduan dengan besi sebagai unsur dasar dan karbon sebagai unsur paduan utamanya. Kandungan karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi. Unsur paduan lain yang biasa ditambahkan selain karbon adalah mangan (manganese), krom (chromium), vanadium, dan tungsten. Dengan memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya, berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness) dan kekuatan tariknya (tensile strength), namun disisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility)
Kata lain "Light Steel Frame" definisi Rangka Baja yang menggunakan Pelat Baja Tipis yang diprofil.  Pelat Baja tipis berupa lembaran baja yang  berasal dari gulungan  baja yang disebut Coil.

         Berbeda dengan baja konvensional,baja ringan merupakan baja mutu tinggi yang memiliki sifat ringan dan tipis,namun memililki fungsi setara baja konvensional. Rangka atap baja ringan diciptakan untuk memudahkan perakitan dan konstruksi. Meskipun tipis,baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik   550 Mpa,sementara baja biasa sekitar 300 Mpa. Kekuatan tarik dan tegangan ini untuk mengompensasi  bentuknya yang tipis. Di Indonesia 0,4 mm – 1 mm Perhitungan kuda-kuda baja ringan amat berbeda  dengan kayu,yakni cenderung lebih rapat. Semakin besar beban yang harus dipikul,jarak kuda-kuda semakin pendek. Misalnya,untuk genteng dengan bobot 75 kg/m2, maka jarak kuda-kuda menjadi 1,2 m. Perhitungan ini pun masih dipengarahui banyk faktor.
Struktur Rangka Atap Baja
1. Kuda-kuda ( ketebalan 0,7 - 1mm  )
2. Reng ( ketebalan 0,4 - 0,7mm )
3. Sekrup
4. Jurai dalam
Bahan Dasar                            : Baja Hight Tensile G-550.
Minimum Yield Strength      : 5500 kg/cm2
Tebal Standard                        : 0.55 mm & 0.85 mm TCT
Standard Bahan                       : ASTM A 792, JIS G 3302 SGC 570
Lapis Lindung                         : Zinc-Aluminium A/Z 150 gr/m dan Galvanized Z 220 gr/m2
Keuntungan Baja Ringan
- Ramah lingkungan, untuk mendirikan bangunan tidak perlu banyak menggali lahan untuk pondasi.
- Tahan gempa
- Tidak memerlukan banyak tenaga kerja.
- Proses konstruksi tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca
- Waktu pekerjaan konstruksi dilapangan lebih cepat
- Presisi dalam ukuran (dimensi)
- Tidak ada bahan yang terbuang
- Bangunan tidak merambatkan api
- Tahan terhadap iklim tropis
- Ringan
- Dapat didaur ulang
- Karena di produksi dengan fabrikasi, diharapkan
- harganya menjadi lebih ekonomis.


  
   Mungkin Hanya ini yang bisa saya Share, masih banyak lagi Referensi yang ada di luar sana, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman. Dibawah adalah Gambar Konstruksi Baja Ringan yang bisa di download.


PELAT BAJA METAL DECK

MENGENAL PELAT BAJA METAL DECK
Metal deck adalah dek yang dibentuk dari material baja dengan lapisan Zinc Coated (Z275, yaitu berat lapisan galvanized per meter persegi ± 275 gr/m2) untuk penggunaan pada kondisi lingkungan normal, sedangkan pada kondisi lingkungan korosif perlu diberikan lapisan perlindungan tambahan. Kekuatan tarik leleh minimum pelat baja ini adalah 550 MPa. 
               Tebal pelat standar adalah 0,70 mm BMT dengan pilihan tebal yang lain 1,00 dan 1,2 mm BMT. Penggunaan decking baja akan memberikan keuntungan bagi struktur secara keseluruhan karena penghematan dalam penggunaan formwork dan beton. Decking baja ini berfungsi antara lain sebagai lantai kerja sementara, sebagai bekisting tetap dan tulangan positif. Metal deck juga memberikan keuntungan yang lain yaitu dari segi waktu pelaksanaan konstuksi yang lebih cepat yaitu mencapai 400m2/hari/kelompok (3-4 orang) dan menghemat dalam pemakaian perancah dan tiang-tiang penyangga. Pemasangan panel metal deck  pada pelat beton diletakkan melintang (pada arah memendek). Pada umumnya panel diletakkan minimum ± 2,5 cm kedalam bekisting balok.

CHANEL OFFICIAL


Kategori